Michael Abraham
di 20 Agustus 2025, 21:48 pada 21:48
Artikel yang menarik. Namun, ironisnya, di tengah berbagai program yang dijalankan, saya sebagai warga di desa mandala masih merasakan jalanan ‘zaman perjuangan’. Sudah lebih dari satu dekade jalan ini dibiarkan rusak. Kalaupun ada perbaikan, modelnya selalu ‘tambal sulam kosmetik’ yang usianya hanya seumur jagung, setelah itu kembali berlubang. Apakah akses jalan yang menjadi urat nadi ekonomi dan keselamatan warga ini belum cukup layak untuk menjadi skala prioritas pembangunan desa?
Artikel yang menarik. Namun, ironisnya, di tengah berbagai program yang dijalankan, saya sebagai warga di desa mandala masih merasakan jalanan ‘zaman perjuangan’. Sudah lebih dari satu dekade jalan ini dibiarkan rusak. Kalaupun ada perbaikan, modelnya selalu ‘tambal sulam kosmetik’ yang usianya hanya seumur jagung, setelah itu kembali berlubang. Apakah akses jalan yang menjadi urat nadi ekonomi dan keselamatan warga ini belum cukup layak untuk menjadi skala prioritas pembangunan desa?